Malang,Preventif.co.id – SMAN 1 Kepanjen Kabupaten Malang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun Ajaran 2026/2027.
Program PJJ ini menjadi solusi pendidikan fleksibel bagi lulusan SMP/MTs sederajat yang terkendala jarak, pekerjaan, kondisi ekonomi, pernikahan usia dini, atlet/non-atlet berprestasi, hingga kondisi khusus lainnya sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran reguler.
Kepala SMAN 1 Kepanjen menegaskan, program PJJ hadir untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah. Peserta didik PJJ akan tetap memperoleh hak yang sama dengan siswa reguler, termasuk ijazah resmi negara yang setara SMA reguler dan diakui untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.
“PJJ SMAN 1 Kepanjen adalah ikhtiar kami memperluas akses pendidikan. Anak-anak yang berisiko putus sekolah tetap bisa sekolah dengan sistem yang fleksibel, berkualitas, dan resmi,” ujar pihak sekolah.
Sistem Belajar Fleksibel 30:70 Berbasis LMS
Berdasarkan pedoman penyelenggaraan, pembelajaran PJJ SMAN 1 Kepanjen dilaksanakan dengan komposisi 30% tatap maya sinkronus (live via video conference) dan 70% belajar mandiri asinkronus melalui Learning Management System (LMS).
Setiap peserta didik difasilitasi akun belajar resmi, akses LMS, modul digital, konsultasi daring dengan guru mata pelajaran, serta layanan Bimbingan dan Konseling (BK) virtual.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam perluasan layanan pendidikan bermutu untuk semua.
SMAN 1 Kepanjen sendiri merupakan salah satu pelopor penyelenggara SMA jarak jauh di Jawa Timur. Program ini telah berjalan beberapa tahun dan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran digital.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lengkap terkait persyaratan, jadwal, kuota, dan mekanisme pendaftaran SPMB PJJ 2026/2027, dapat mengakses kanal media sosial resmi SMAN 1 Kepanjen atau datang langsung ke sekretariat panitia SPMB di Jl. Ahmad Yani No.48, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Tim Redaksi












