OKU Selatan,Preventif.co.id – Warga Desa Sipin, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon jengkol di kawasan kebun kopi pada Rabu (26/8/2026).
Korban diketahui bernama Jupri Bin Mariunus (35), seorang petani asal Desa Suka Baru, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur.
Saat ditemukan, kondisi jenazah telah membusuk dan masih mengenakan kaus lengan panjang warna kuning serta celana panjang warna cokelat.
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, SH., S.IK., M.IK melalui Kapolsek Buay Pemaca Ipda Endi Hadri mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.30 WIB.
“Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Nia Ardila saat berada di sekitar kebun. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada suaminya, diteruskan kepada kepala dusun dan kepala desa, hingga akhirnya informasi diterima Polsek Buay Pemaca,” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Buay Pemaca bersama Unit Inafis Polres OKU Selatan dan piket Pamapta Polres OKU Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.
Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan tergantung di pohon jengkol menggunakan tali nilon berwarna biru. Di sekitar lokasi juga ditemukan sepasang sandal jepit berwarna biru.
Polisi kemudian meminta keterangan sejumlah saksi. Salah satunya, Hanan, mengaku pernah bertemu dengan Jupri pada 14 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban datang ke pondok miliknya dan sempat berbincang.
Identitas korban semakin diperkuat oleh keterangan saksi dan kakak kandung korban, Sidik, yang mengenali jenazah berdasarkan postur tubuh serta ciri-ciri fisiknya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan istri korban, Arbani, Jupri meninggalkan rumah pada 14 Agustus 2026 setelah terjadi cekcok terkait persoalan ekonomi rumah tangga. Pakaian yang dikenakan saat meninggalkan rumah juga disebut sama dengan pakaian yang ditemukan pada jenazah.
“Keluarga telah meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Jupri. Keluarga juga telah membuat pernyataan untuk menerima jenazah dan menolak dilakukan autopsi,” kata Endi.
Dari pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Buay Pemaca, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas juga menemukan tali berwarna biru yang terikat pada bagian leher korban.
Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Buay Pemaca untuk menjalani pemeriksaan medis dan Visum et Repertum. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan. (Ham)
Pria Asal OKU Timur Gegerkan Warga Desa Sipin Saat Ditemukan Tergantung di Pohon Jengkol












