Libatkan Ratusan Warga, Polres OKU Selatan Perkuat Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla

OKU Selatan,Preventif.co.id Polda Sumatera Selatan melalui Polres OKU Selatan terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggandeng masyarakat sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penanganan awal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Masyarakat Peduli Api (MPA) Zona II yang digelar di Aula Gedung Desa Padang Lay, Kecamatan Kisam Tinggi, Kabupaten OKU Selatan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana itu diikuti sekitar 500 masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat deteksi dini, sekaligus membangun respons awal terhadap potensi karhutla di wilayah Kabupaten OKU Selatan.

MPA Zona II mencakup tiga wilayah kepolisian sektor (polsek) dan lima kecamatan, yakni Kecamatan Buay Runjung, Runjung Agung, Muaradua Kisam, Kisam Ilir dan Kisam Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, serta unsur MPA.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana mengatakan, pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat yang berada langsung di wilayah rawan kebakaran sangat penting dalam mempercepat deteksi dan penanganan awal apabila ditemukan titik api.

“Pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Keterlibatan masyarakat, terutama mereka yang berada langsung di wilayah rawan kebakaran, menjadi bagian penting dalam mempercepat deteksi dan penanganan awal apabila ditemukan titik api,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan MPA merupakan mitra strategis dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.

Redi juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran lebih luas, aktivitas tersebut dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan, lingkungan, hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga didorong mengedepankan prinsip kerja DEKAT, yakni Dedikasi, Etika, Kolaborasi, Aksi dan Terpercaya.

Semangat kebersamaan tersebut diperkuat dengan semboyan “Di Dalam Kita Kuat, Di Luar Kita Hebat” sebagai dorongan untuk membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.

Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan dari sejumlah instansi terkait, diskusi dan tanya jawab, hingga pembacaan Ikrar Masyarakat Peduli Api.

Ikrar tersebut menjadi bentuk komitmen bersama masyarakat dan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan pencegahan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengapresiasi langkah Polres OKU Selatan dalam memperkuat upaya preemtif dan preventif melalui pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, penguatan MPA hingga tingkat desa menjadi salah satu langkah penting Polri dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih cepat dan efektif.

“Polri terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif hingga tingkat desa melalui pembentukan serta penguatan Masyarakat Peduli Api. Keberadaan MPA sangat krusial dalam membantu deteksi dini serta memberikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” papar Nandang.

Nandang menegaskan, jajaran Polda Sumsel akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektoral untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.

Ia berharap penguatan MPA hingga tingkat desa dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sehingga setiap potensi titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Dengan masyarakat sebagai bagian dari garda terdepan deteksi dini, sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu meminimalkan munculnya titik api sekaligus mencegah karhutla meluas di Kabupaten OKU Selatan.

“Komitmen jajaran Polda Sumsel jelas, kita perkuat kolaborasi lintas sektoral demi menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan mencegah terjadinya karhutla secara berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan,” tandasnya. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *