Lampung Timur,Preventif.co.id – Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, terus meluas. Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, luas area terdampak mencapai 673,4 hektare.
Merespons situasi itu, Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengerahkan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 943/Darah Putih Cakti untuk membantu pemadaman langsung di lapangan.
“Personel Yonif TP 943/DPC dengan dilengkapi 2 mobil pemadam kebakaran, 1 mobil tangki air, truk NPS, dan drone, dikerahkan untuk membantu pemadaman di bawah kendali operasi Dandim 0429/Lamtim,” kata Kristomei di Lampung Timur, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Tak hanya lewat darat, penanganan karhutla ini juga disiapkan melalui jalur udara dan rekayasa cuaca. Kristomei menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung untuk pelaksanaan hujan buatan pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Helly water bombing dari Palembang juga sedang dikoordinasikan agar segera beroperasi,” ujarnya.
Kristomei menegaskan penanganan bencana ini memerlukan sinergi seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Ia memastikan dirinya dan jajaran telah turun langsung ke lokasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah api meluas,” kata dia.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru di kawasan konservasi.
“Mari bersama-sama menjaga Way Kambas,” ucapnya.
Di lapangan, penanganan juga dipimpin Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Sriyanto. Ia juga menjabat Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas.
“Saya bersama tim turun langsung ke titik-titik krusial serta memimpin proses pemadaman bersama para prajurit,” kata Sriyanto.
Menurut dia, luas karhutla yang mencapai 673,4 hektare membuat penanganan harus dilakukan maksimal. Meski begitu, belum ada laporan satwa terdampak. “Bersyukur sementara ini belum ada laporan gajah maupun satwa lain yang terdampak kebakaran,” ujarnya.
Sriyanto menambahkan, tim gabungan saat ini memadamkan hampir seluruh titik api secara intensif. “Fokus kami menjinakkan seluruh ancaman api yang tersisa,” kata dia.(Red/*)












