OKU Selatan,Preventif.co.id —Sebelum dihelatnya event Sriwijaya Ranau Grand Fondo (SRGF) para tokoh adat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan menggelar ritual tangguh adat di seputar Danau Ranau, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur serta doa bersama agar seluruh rangkaian acara besar tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Prosesi adat ini sendiri berupa doa bersama, serta penyampaian harapan dari para tokoh masyarakat. Seluruh peserta berharap agar kegiatan Sriwijaya Ranau Gran Fondo dan Festival Danau Ranau tahun ini dapat berjalan sukses serta memberi dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan itu dipimpin oleh Plt.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKU Selatan, Permiadi Haikal, S.Sos., MM didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Anita Yulianti, S.E., MM, Kepala Bidang Kebudayaan, Jonison, S.Sos serta para Tokoh Adat Ranau Raya.
Plt. Kepala Disbudpar OKU Selatan Permiadi Haikal, S.Sos., MM menyampaikan bahwa kegiatan Tetangguhan dengan Leluhur merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Ranau yang sarat nilai spiritual dan budaya.
“Kegiatan ini bukan sekadar ritual adat, tetapi juga bentuk rasa syukur dan permohonan doa restu kepada leluhur agar pelaksanaan SRGF dan FDR 14 – 15/11/2025 berjalan lancar, aman, dan membawa berkah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ritual ini, dilakukan semata untuk menghormati para leluhur agar selama event dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses sesuai harapan bersama.
“Ritual ini juga perlu, karena kita juga perlu menghormati leluhur, pamitan agar tetap aman, damai serta tidak ada hambatan,” tandasnya. (Ham)
Pamit ke Leluhur Sebelum SRGF, Tokoh Adat Ritual Tangguh Adat di Danau Ranau










